You are here: Akademik Program D3

Program Diploma 3 FE

Ketua Program Studi Diploma Tiga (D3)

Maya Indriastuti, SE, MSi

DASAR OPERASIONAL

Program Studi D3 (Diploma Tiga) Akuntansi Fakultas Ekonomi Unissula telah terkreditasi "B" dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan SK Nomor: 018/BAN-PT/Ak-/D-III/VII/2012

JALUR PENDIDIKAN AKADEMIK

Program Diploma 3 (D3) Fakultas Ekonomi Unissula menyelenggarakan jenjang pendidikan profesi dengan dua program studi, yaitu manajemen dan akuntansi. Jalur pendidikan profesi Program D3 ini memiliki ketentuan kurikulum 60:40, artinya 60% untuk praktek dan 40% teori, sehingga alumnus program ini benar-benar memiliki ketrampilan teknis dan intelektual di bidang manajemen dan atau akuntansi.

SISTEM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

Pada hakekatnya Sistem penyelenggarakan pendidikan Program Diploma 3 (d3) Fakultas Ekonomi Unissula menggunakan Sistem Kredit Semester. Meskipun demikian, dengan pertimbangan tertentu sistem ini dikombinasikan dengan sistem paket. Beban SKS minimal yang harus ditempuh mahasiswa per semester ditentukan oleh Program D3, misalnya 21 SKS, tapi untuk mahasiswa yang berprestasi dengan Indeks Prestasi lebih besar atau sama dengan 3 (tiga) diberi kesempatan untuk mengambil mata kuliah lain dengan beban SKS maksimal 3.

Perihal sistem kredit semester, perlu diketahui beberapa hal sebagai berikut :

  1. Sistem kredit adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dimana beban studi mahasiswa, beban kerja tenaga pengajar dan beban penyelenggaraan program lembaga pendidikan dinyatakan dalam kredit.
  2. Semester adalah satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu program pendidikan dalam suatu jenjang pendidikan. Satu semester setara dengan 16-19 minggu kerja
  3. Satuan kredit semester adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha kumulatif bagi suatu program tertentu, serta besarnya usaha untuk menyelenggarakan pendidikan bagi perguruan tinggi dan khususnya bagi tenaga pengajar.

Bobot untuk 1 (satu) sks suatu mata kuliah berarti :

1. Apabila mata kuliah itu berupa kuliah atau seminar, dalam setiap minggu selama satu semester, 1 sks diwujudkan dalam :

  • Kegiatan tatap muka terjadwal dalam kelas antara mahasiswa dengan dosen 50 menit.
  • Kegiatan akademik terstruktur yaitu kegiatan belajar mahasiswa di luar kelas selama 60 menit yang direncanakan oleh dosen dan berkaitan dengan kegiatan tatap muka.
  • Kegiatan belajar mandiri selama 60 menit untuk mendalami bahan perkuliahan yang diperolehnya.

2. Apabila mata kuliah itu berupa praktikum, dalam setiap minggu selama satu semester, 1 sks diwujudkan dalam :

  • Kegiatan praktikum terjadwal di laboratorium selama 2 x 50 menit.
  • Kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan belajar mahasiswa di luar laboratorium selama 60 menit, yang direncanakan oleh dosen dan berkaitan dengan kegiatan praktikum.
  • Kegiatan belajar mandiri selama 60 menit untuk mendalami bahan perkuliahan praktikum yang telah diperolehnya.

3. Apabila mata kuliah itu merupakan kerja lapangan, 1 sks diwujudkan dalam kegiatan belajar di lapangan selama 4-5 jam seminggu selama satu semester.

Tujuan umum penerapan sistem kredit di perguruan tinggi di Indonesia adalah agar perguruan tinggi tersebut dapat lebih memenuhi tuntutan pembangunan, karena didalamnya dimungkinkan penyajian program pendidikan yang bervariasi dan fleksibel, sehingga memberi kemungkinan lebih luas kepada mahasiswa untuk memilih program menuju suatu macam jenjang profesi tertentu yang dituntut oleh pembangunan.

Secara khusus tujuan penerapan sistem kredit adalah sebagai berikut :

  1. Untuk memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
  2. Untuk memberi kesempatan kepada para mahasiswa agar dapat mengambil mata kuliah-mata kuliah yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya.
  3. Untuk memberikan kemungkinan agar sistem pendidikan dengan input dan output jamak dapat dilaksanakan.
  4. Untuk mempermudah penyesuaian kurikulum dari waktu ke waktu dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat dewasa ini.
  5. Untuk memberi kemungkinan agar sistem evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselenggarakan dengan sebaik-baiknya.
  6. Untuk memungkinkan pengalihan (Transfer) kredit antara jurusan, antara bagian atau antara fakultas dalam sesuatu perguraun tinggi.
  7. Untuk memungkinkan perpindahan mahasiswa dari perguruan tinggi yang satu ke perguruan tinggi yang lain, atau dari satu bagian ke bagian yang lain dalam sesuatu perguruan tinggi tertentu.

Sedangkan ciri-ciri dasar sistem kredit adalah sebagai berikut :

  1. Dalam sistem kredit tiap-tiap mata kuliah diberi harga yang dinamakan nilai kredit.
  2. Banyaknya nilai kredit untuk mata kuliah yang berlainan tidak perlu sama.
  3. Banyaknya nilai kredit untuk masing-masing mata kuliah ditentukan atas besarnya usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam program perkuliahan, praktikum, kerja lapangan maupun tugas-tugas lain.
  4. Kegiatan pendidikan terdiri atas kegiatan wajib dan pilihan. Kegiatan pendidikan wajib diikuti semua mahasiswa dalam jenjang pendidikan tertentu. Kegiatan pendidikan pilihan adalah kegiatan yang disediakan untuk memenuhi beban pendidikan yang diwajibkan dan merupakan saluran minat, bakat dan kemampuan masing-masing mahasiswa dalam jenjang pendidikan tertentu.
  5. Dalam batas-batas tertentu mahasiswa mendapatkan kebebasan untuk menentukan banyaknya SKS yang diambil tiap-tiap semester, dan jangka waktu untuk menyelesaikan beban studi yang diwajibkan.
  6. Banyaknya SKS yang diambil oleh mahasiswa pada semester tertentu ditentukan oleh kemampuan studi pada semester sebelumnya, keadaan sosial ekonomi dan pribadi mahasiswa yang bersangkutan.

 

VISI, MISI DAN TUJUAN PROGRAM DIPLOMA TIGA (D3)

KURIKULUM PROGRAM DIPLOMA TIGA (D3)

PEDOMAN TUGAS AKHIR PROGRAM DIPLOMA TIGA (D3)

Jurnal Ilmiah

Web Link