Unissula mendapatkan dana hibah dari panitia dikti dari hasil pengusulan proposal dosen yang meningkat dari tahun ke tahun, selama 3 tahun terakhir penelitian yang dilakukan juga meningkat. Pihak kemenristek dikti meminta pihak LPPM untuk mengusulkan dosen-dosen yang memiliki kualifikasi untuk menjadi reviewer internal penelitian dari hibah kemenristek dikti guna turut berkontribusi membantu meringankan tugas kemenristekdikti. Salah satu syaratnya yaitu telah mendapatkan hibah penelitian dari kemenristek dikti berskala nasional minimal dua kali. Sedangkan ketua LPPM, Bapak Heru telah mendapatkan stranas selama dua kali, hibah fundamental 2 kali berskala nasional, hibah bersaing pasar-parkir 3 kali , jadi beliau sudah mendapatkan 7 hibah  berskala nasional.

Kemenristek dikti membuat tingkatan klaster, antara lain  klaster paling rendah yaitu klaster binaan, kemudian madya, utama dan mandiri.  LPPM Unissula sendiri sudah meningkat dari klaster madya menuju utama, klaster madya sendiri kurang lebih mempunyai kuota sekitar 5 M, dan mulai tahun 2016 sudah masuk klaster utama sehingga memililki kuota dana penelitian 15 M yang bisa di ambil oleh dosen-dosen. Oleh karena itu, pihak LPPM mengusulkan beberapa dosen yang telah mempunyai gelar doktor dan mendapatkan sertifikat.

 

LPPM Unissula mengusulkan 11 dosen untuk membantu menjadi reviewer internal proposal penelitian dosen Unissula. Saat ini reviewer internal harus tersertifikasi ISO , dengan sertifikasi itu reviewer yang lolos memilki kewenangan untuk mereview proposal penelitian di tingkat nasional maupun internasional. Dan Bapak Heru telah mengikuti sertifikasi reviewer tingkat nasional, juga telah mendapatkan dua sertifikat ISO yaitu dari Lembaga sertifikasi dan dari kemenristek dikti, serta dengan sertifikat tersebut beliau memiliki kapabilitas reviewer di tingkat nasional. Secara keseluruhan Unissula memiliki enam orang reviewer tingkat nasional salah satunya yaitu Bapak Heru selaku ketua LPPM.

Bapak Heru Sulistyo,Dr.,SE.,M.Si., sering diminta untuk menjadi reviewer proposal-proposal dari universitas lain seperti Unimus, Unnes bahkan internasional karena beliau sudah memiliki serifikasi tingkat nasional dan internasional. Nama beliau juga sudah banyak di akses seluruh dunia karena menjadi reviewer jurnal nasional dan internasional, serta menjadi reviewer proposal penelitian tingkat nasional.
Tahun ini di tingkat Jawa Tengah, dalam lingkup PTS, Unissula menjadi peringkat pertama jumlah proposal penelitian terbanyak yang lolos di biayai oleh kemenristek dikti. Karena sebelumnya pihak LPPM sudah mengadakan sosialisasi tentang proposal tersebut sekaligus pendampingan review. Proposal yang lolos harus menghasilkan output dan mempublikasikan hasil penelitian tersebut,  publikasi yang banyak akan menjadikan akreditasi universitas dan fakultas semakin baik.

Leave a reply