Universitas Rotterdam Belanda memberikan kesempatan kepada empat dosen Unissula untuk mengajar di Negeri Kincir Angin. Universitas terkemuka atau yang lebih dikenal sebagai Roterdam University Of Aplied Science (RUAS) tersebut menginginkan sejumlah ilmuan dari Indonesia ini memaparkan persoalan banjir dan rob. Terutama banjir dan rob dikota Semarang. Kendati demikian, tak menutup kemungkinan diskusi akan bersambung hingga persoalan serupa di Pekalongan, Demak, dan kawasan lain diwilayah pantura Jateng,”tutur Ketua Delegasi Unissula Prof Dr. Slamet Imam Wahyudi, jumat (3/3), Disela-sela pelepasan kontingen yang akan mengajar selama beberapa pekan di Belanda. Acara tersebut dipimpin oleh Rektor Unissula Prabowo Setiawan, PhD. Selain imam yang merupakan guru besar Fakultas Teknik (FT), hadir juga dosen dari Fakultas Agama Islam (FAI) Munamadrah, dari Fakultas Ekonomi Nur Hidayati, dan dari FT Dr. Henny Pratiwi Adi.

 

 


Sampaikan Pemikiran

Persoalan banjir dan rob ini sangat menarik untuk dikaji lintas disiplin ilmu. Alasan ini juga yang membuat dosen dari berbagai fakultas diberi kesempatan ke Belanda untuk menyampaikan pemikiran. Namun tidak cukup hanya para dosen dari Indonesia yang berangkat ke Belanda. Para ilmuan dari negara Ratu Wilhelmina itu juga bakal melawat ke Indonesia, mereka juga akan berbagi pengalamanndalam mengatasi persoalan air yang selama ini dirasakan pula oleh rakyat Belanda. Muna mudrah menyatakan akan menyampaikan pandangan berkenaan dengan sisi sosial, budaya dan kemasyarakatan untuk meninjau aspek kebencanaan yang sekian lama menerpamasyarakat dikawasan pantura. “ini bagian dari sumbang saran kami untuk ilmu dan pengetahuan. Selain itu, juga saling berbagi informasi dalam pengelolaan banjir dan rob, “ imbuhnya. Prabowo menyampaikan apresiasi tinggi atas keberangkatan paradosen itu ke Belanda. Mereka bahkan dianggap sebagai duta negara yang sedang berjuang untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya adalah usaha bertukar solusi dalam menangani fenomena banjir dan rob.

Leave a reply