Semarang, Mei 2018

Sampah menjadi persoalan dibanyak tempat, seperti pencemaran udara, penyakit hingga banjir. Sampah menjadi persoalan serius terutama dibeberapa kota besar termasuk Semarang karena semakin terbatasnya lahan untuk menampung sampah. TPA Jatibarang yang  menampung seluruh sampah akan semakin meningkat volumenya karena berdasarkan data Badan Lingkungan Hidup volume sampah di Semarang saat ini telah mencapai 1200 ton per hari. Dari jumlah sampah tersebut, 62% merupakan sampah organic, sisanya 18% adalah sampah an organic.  Oleh karena itu pengelolaan sampah penting dilakukan mulai dari sumbernya agar tidak menjadi beban, baik bagi pemerintah maupun masyarakat bahkan sebaliknya menjad ikan sampah sebagai bagian dari solusi masalah.

Berangkat dari kepedulian itu, Tim Program Kemitraaan Masyarakat UNISSULA bekerjasama dengan Ristekdikti menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah organic di Kelurahan Bulu Lor Semarang pada hari Minggu 13 Mei 2018. Pemilihan lokasi di Bulu Lor tersebut berdasarkan pertimbangan wilayah tersebut memiliki lokasi geografis yang dekat dengan pantai dan berbatasan dengan sungai Banjir Kanal Barat sehingga relative rawan terhadap bahaya banjir dan rob. Acara dihadiri warga BuluLor Semarang Utara, beberapa KSM  (Kelompok Swadaya Masyarakat), Kepala Kelurahan serta tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan Sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan manajemen sampah mulai dari sumbernya dengan melakukan pemilahan sampah organic rumah tangga maupun pohon atau tanaman yang berjatuhan disekitar rumah. Dalam acara tersebut juga disertai dengan penyerahan tong sampah yang akan dijadikan sebagai bank sampah khusus organic.  Untuk meningkatkan pengetahuan serta ketampilan peserta sekaligus diadakan pelatihan pengolahan sampah organic menjadi produk pupuk cair maupun pupuk kompos.

Program ini masih akan berkelanjutan dengan program berikutnya yakni  pendampingan bagi mitra utama kegiatan ini yakni warga yang ada di lingkungan RT 2/ RW 7 Bulu Lor.  Apabila program ini berhasil dan bisa diperluas di RT/RW lain di lingkungan Bulu Lor diharapkan akan menurunkan volume sampah yang diangkut dari TPS Surtikantike TPA Jatibarang.

Leave a reply