Pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi para mahasiswa berprestasi dengan menyediakan beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) yang dikelola oleh Kementerian Keuangan. Banyak para pemburu beasiwa yang bertanya-tanya seputar tahapan seleksi. Salah satu penerima Beasiswa LPDP 2015 Program Magister Luar Negeri, Bu Muthoharoh, Dosen Fakultas Ekonomi Unissula berbagi pengalamanya selama menjalani proses seleksi administrasi dan seleksi substansi hingga akhirnya dinyatakan lolos LPDP untuk tujuan negara Inggris.

Secara umum, sejak 2017, tahapan seleksi beasiswa dibagi ke dalam tiga tahapan yaitu seleksi adminstrasi, tes assessment online, dan seleksi substansi. LPDP juga dibagi menjadi 4, yitu beasiswa LPDP Reguler, LPDP Afirmasi, LPDP Presidensial, dan LPDP BIT.

 

Tahapan-tahapan setelah lolos seleksi berkas yaitu menulis essay on the spot. Tahapan ini berkaitan erat dengan informasi terbaru dan terhangat. Cara terbaik untuk lolos essay on the spot adalah memantau informasi dan isu terkini serta perbanyak latihan menulis tematik sesuai informasi atau isu yang berkembang. Selanjutnya yaitu masuk ke Leaderless Group Discussion (LGD). Seleksi ini sama rumitnya dengan essay on the spot lantaran para peserta seleksi LPDP tidak pernah tahu isu apa yang akan didiskusikan nanti pada saat LGD dan LPDP tidak memberikan kisi-kisi apapun. Cara terbaik adalah memantau perkembangan informasi dan membuat pemetaan informasi secara konstruktif dan sistematis. Semakin baik pemahaman suatu isu, semakin baik performa kamu pada saat LGD.  Terakhir, tentu saja seleksi wawancara. Bobot penilai dari tahapan pamungkas ini sangatlah besar di antara setiap seleksi. Meskipun kamu sangat performing di tahapan seleksi sebelumnya, kamu bisa saja terjungkal di seleksi wawancara dan dinyatakan gagal sebagai awardee.

“Ketika membuat essay, kita harus menjadi diri kita sendiri dan berikan yang terbaik dari apa yang kamu miliki.” Tutur Bu Muthoharoh, lulusan Queen’s University Belfast Inggris jurusan International Account ini. Penerima beasiswa LPDP Afirmasi ini juga menuturkan bahwa untuk lolos tahap berkas, perlu mencantumkan sertifikat seminar, lomba dan pengalaman organisasi yang nantinya jadi bisa jadi pertimbangan penyeleksi.

Problem bahasa juga harus diperhatikan, karena untuk bisa kuliah di Luar Negeri, kita harus bisa menembus TOEFL 650. Untuk beasiswa afirmasi akan ada pelatihan bahasa inggris. Untuk mengikuti afirmasi, harus dari daerah 3T ( Terluar, Terdepan dan Tertinggal). Akan tetapi diluar daerah itu juga bisa jadi pertimbangan dengan prestasi-prestasi yang didapatkan.

Leave a reply