manajemen-competitionTim FE Unissula bernama “3AM” yang terdiri dari Lilik Rohmawati, Melyanti Nur Agustina dan Wan Biondi Syah Putra menjadi juara ketiga tingkat nasional dalam kompetisi manajemen yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Kompetisi tersebut merupakan salah satu lomba dalam rangkaian Management Carnival  yang merupakan agenda tahunan yang diadakan UNS Surakarta. Tema yang diusung tahun ini adalah “Managing the New Spirit of Java”, terselenggara di UNS tanggal 9-11 Oktober 2014. Pada awalnya, pihak penyelenggara mengirimkan sebuah kasus kepada para peserta Management Competition dengan judul “TSTJ: Sustainable Improvement for Sustainable Advantages”, untuk kemudian seluruh peserta mengirimkan problem solvingnya. Dari 41 peserta seluruh Indonesia, terpilih 6 tim terbaik untuk presentasi paper tentang problem solving tersebut di hadapan juri.  Enam tim terpilih adalah Unissula, UGM, Prasetya Mulya Bussines School, UNPAD, Sanata Darma dan ITB.

Dalam kesempatan tersebut, yang bertindak sebagai juri adalah Direktur TSTJ (Taman Satwa Taru Curug) Lilik Kristanto, kemudian perwakilan dari Pemkot Surakarta, Gembong Hadi, dan satu lagi adalah Ibu Retno Tanding Suryandari yang merupakan Dosen FE UNS yang ahli di bidangnya.

Tim 3AM memberikan problem solving yang sangat menarik untuk kasus TSTJ yang notabene saat ini sudah tidak terawat dan sepi pengunjung. Mereka menawarkan solusi agar TSTJ mulai diperbaiki dengan menjadikannya mini taman safari, yang didalamnya terdapat bus tingkat untuk kendaraan para pengunjung mengelilingi taman. Tim 3AM juga menawarkan agar di dalam TSTJ dibangun area untuk football mini golf, painball, outbond dan diterapkan konsep  family education. “kemarin kita terjun langsung ke TSTJ nya, dan melihat kondisi di sana yang sangat memprihatinkan. Air danaunya sudah menghijau, daun-daun dan sampah berserakan. Pokoknya kotor sekali dan tampak tidak terawat”, kata lilik Rohmawati. “problem solving yang kita tawarkan salah satunya adalah untuk membuat mini taman safari dan bus tingkat untuk kendaraan keliling di dalam. Kami pilih bus tingkat agar kesan ‘solo’nya terlihat. Lalu kami juga tawarkan konsep family education, jadi TSTJ menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah agar para siswanya berkunjung bersama keluarga, dengan begitu pasarnya akan lebih luas”, imbuh Melyanti.

 

Para mahasiswa ini berharap agar prestasi yang mereka raih dapat menjadi pemantik semangat untuk rekan-rekan yang lain, terutama bagi mereka sendiri. Karena prestasi apapun tidak akan meningkat jika peraihnya merasa puas dan cukup dengan itu. “sejujurnya kami bangga dengan apa yang telah kami raih, akan tetapi kami belum merasa puas. Karena jika kami sudah merasa puas justeru akan cenderung malas dan merasa cukup. Seharusnya hal ini menjadi pemacu agar kami dan mahasiswa lainnya lebih bersemangat dalam belajar dan berkompetisi”, terang Wan Biondi mewakili kedua temannya.

Leave a reply