You are here: Home

SEMINAR NASIONAL “Dampak Implementsi IFRS terhadap Standar Akuntansi Syariah & Pelaporan Keuangan pada Lembaga Perbankan Syariah”

E-mail Print PDF

Di Indonesia, standar akuntansi yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan yang memiliki akuntabilitas publik signifikan adalah PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan). Adanya tuntutan globalisasi atau tuntutan untuk menyamakan persepsi akuntansi di setiap negara mengakibatkan munculnya Standar Akuntansi  International yang lebih dikenal dengan IFRS (International Financial Reporting Standards). Karena Negara Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar dan mempunyai nilai – nilai serta etka orang muslim adalam syariah, maka alternatif terbaik dalam pengembangan akuntansi syariah adalah mengunakan pemikiran yang sesuai dengan syariah.

Oleh karena itu, dalam menerapkan prinsip syariah dalam akuntansi keuangan pada lembaga pebankan, maka HJM – A (Akuntansi), mengadakan seminar nasional tentang “Dampak Implementsi IFRS terhadap Standar Akuntansi Syariah & Pelaporan Keuangan pada Lembaga Perbankan Syariah” pada tanggal 2 Desember 2016 yang bertempat di Aula FE Unissula.

Seminar nasional yang dihadiri lebih dari 400 peserta tersebut, mendatagkan narasumber Direktur Bank Jateng Syariah yaitu H. Nasokha, S.IP. M. Si yang merupakan pemimpin Penggadaian Syariah Semarang. Selain beliau, dalam seminar nasional tersebut juga menghadirkan pembicara Ersa Tri Wahyuni, SE, Macc., P.hD, CA, CPMA, CPSAK yang merupakan Dewan SAK IAI.

Dalam penjelasannya, beliau menjelaskan tentang adanya beberapa perubahan pada PAPSI (Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah) tahun 2013 yang juga berdampak pada Bank Syariah. Perubahan tersebut antara lain perubahan pada PAPSI 2013 Ijarah dan Murabahah. Perubahan tersebut bertujuan untuk mengakomodir IFRS serta perubahan pada akuntansi murabahah yang mengacu pada IFRS (Metode Anuitas) yaitu jika pendapatan margin yang diterima diawal lebih besar maka akan ada pengaruhnya pada laba Bank, sehingga hal tersebut akan meningkatkan ROA, NIM, dan Bank harus memiliki strategi continuitas / kesinambungan pembiayaan baru (karena cenderung mengalami penurunan margin dari bulan ke bulan).

Jurnal Ilmiah

Web Link