Tanggal 30 Mei 2016, mungkin menjadi hari yang paling diingat dan membahagiakan bagi Nurhidayati, dosen Fakultas Ekonomi Unissula,  karena selain hari itu adalah hari ulang tahunnya juga merupakan hari kelulusannya dari kuliah S3 di program Doctor of Philosophy of Management, Curtin University, Perth, Western Australia. Nurhidayati mendapatkan gelar S1 atau Sarjana Ekonomi dari Universitas Diponegoro Semarang pada tahun 1997, kemudian lulus dengan predikat cum laude dari program Magister Sains Ekonomi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 2004, dan baru saja mendapat gelar Ph.D dari program doctoral Curtin Business School of Management, Curtin University.

Nurhidayati memulai proses pendidikan S3, pada tahun 2010 setelah bersaing mendapatkan beasiswa Luar Negeri DIKTI. Selain itu dukungan penuh juga diberikan dari pihak Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Negara Australia menjadi tujuan utama pilihan belajarnya karena menurutnya Australia menawarkan pilihan pendidikan yang berkualitas, fasilitas belajar berskala internasional, dosen yang professional, akses data base yang komplit serta memberikan lingkungan akademis dan pengalaman hidup di lingkungan multi-kultur yang menyenangkan. “Mendapatkan pengalaman hidup di Negara dengan penduduk yang berasal banyak budaya yang berbeda, menjadikan saya lebih bias memahami arti perbedaan dan menjadikan saya lebih bijaksana dalam menghadapi perbedaan”, katanya.

Selama menempuh S3 di kota Perth, Nurhidayati terlibat dalam kegiatan akademik seperti mengikuti workshop, menghadiri seminar, dan international conference. Nurhidayati juga mengikuti banyak kegiatan social dan perkumpulan yang diikuti oleh pelajar Indonesia, antara AIPSSA (Assosiation of Indonesian Post Graduate Students and Scholars), perkumpulan pengajian “JendelaHati”, CIMSA (Curtin Indonesian Moeslim Students Association), dan lain-lain; yang sering kali melakukan kegiatan berupa seminar akademi ataupun kegiatan keagamaan seperti pengajian serta kegiatan social (fund raising).

Work Family Conflict and Social Support : A Study of Women Academics in Java, Indonesia” adalah judul disertasi yang dipilih Nurhidayati. Alasan pemilihan topic penelitian tersebut dikarenakan adanya fenomena meningkatnya jumlah wanita bekerja di Indonesia yang secara kultur memiliki dominasi budaya patriarkhi. Penelitian ini memfokuskan pada konflik peran yang dialami oleh wanita bekerja, khususnya pada dosen wanita di Jawa Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan mixed methods (focus group discussion, surveydan in-depth interview) penelitian ini menemukan bahwa dosen wanita di Indonesia mengalami konflik peran ; yaitu konflik kerja – keluarga namun terdapat hambatan kultural atau kesulitan untuk mengekspresikannya kepada keluarga ataupun publik. Dukungan social terutama yang bersifat formal dalam hal ini juga kurang menunjukkan ketidakberpihak pada dosen wanita yang mengalami konflik peran tersebut. Sehingga fenomena konflik kerja – keluarga bagi wanita bekerja di Indonesia ditemukan bagaikan fenomena gunung es, yang diperparah dengan kurangnya dukungan sosial dari tempat kerjanya.

Dengan hasil yang sudah dicapai selama ini terutama dalam pengalaman studi di luar negeri, Ibu Nurhidayati berharap dapat mendorong generasi muda untuk bersemangat berani menerima tantangan keluar dari “comfort zone”, studi keluar negeri, dengan pendanaan yang bias dicari melalui beasiswa untuk bisa mengenal sisi kehidupan di negara yang berbeda budaya. Selain memperkaya khazanah pengalaman hidup dan mampu mengembangkan ketrampilan personal yang paling penting juga adalah untuk dapat secara langsung meningkatkan dan mempraktekkan kemampuan berbahasa Inggris dengan native speaker atau bahkan dengan people from around the world.

Leave a reply