Gaya hidup sehat telah menjadi tren global yang membuat banyak negara mulai menerapkan sistem halal lifestyle dalam kehidupan sehari – hari. Hal ini didasari pada potensi halal market di dunia yang terus menerus meningkat setiap tahunnya. Apabila dicermati dari kondisi yang sekarang ini, bahwa peluang dan potensi dari halal lifestyle di tataran Internasional maupun nasional sangat besar dan Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pasar industri halal lifestyle terbesar di Indonesia, dikarenakan sebagian besar penduduk Indonesia beragama islam, dan memiliki konsep pengembangan industri halal lifestyle yang variatif mulai dari budaya, kuliner, kosmetik, pariwisata, dsb. Tinggal bagaimana pemerintah dan masyarakat membuat strategi optimalisasi kekayaan sumber daya Indonesia yang sudah ada, agar hal tersebut dapat terealisasi.

Untuk itu, maka Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Regional Jawa Tengah dan KSEI HIMMAH UNISSULA menyelenggarakan “Temu Ilmiah Regional (TEMILREG) FoSSEI Jawa Tengah 2017” pada tanggal 3– 5 Februari 2017 di Fakultas Ekonomi Unissula. Kegiatan tersebut mengambil tema “Optimizing Indonesia’s Potency Towards World Halal Lifesytle Center on The Medical Cosmetics and Fashion Sectors”. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melahirkan ide –ide atau pun gagasan dalam mengembangkan industri halal lifestyle di Jawa Tengah dan menggali potensi kearifan lokal Jawa Tengah dalam rangka menjadikan zona kawasan industri halal. Dalam TEMILREG 2017 kali ini setidaknya diikuti oleh 200 peserta dari berbagai Ksei yang ada di universitas di jawa tengah, antara lain: Ksei FEB Undip, Ksei UNNES, Ksei UIN walisongo, Ksei Udinus, Ksei Stief Ipmafa Pati, Ksei Unimus, Ksei IAIN Salatiga, Ksei Polines, Ksei Unisnu, Ksei UMM, Ksei IAIN Pekalongan, Ksei STIE Muhamamdiyah Pekalongan, Ksei IAIN Purwokerto, Ksei Unsoed, Ksei IAIN Surakarta, Ksei UNS, Ksei STIE BPD jateng, Ksei UMS.

 

Kegiatan ini dibagi dalam 6 acara, diantaranya :

1. Islamic Economic Seminar, yang diadakan pada hari Sabtu, 3 Februari 2017 di Aula Lt. 3  FE Unissula. Dengan Keynote Speech KH Ahmad Dharoji (Ketua Umum MUI Jawa Tengah) dan menghadirkan 4 pemateri yaitu :

  • H. Sapta Nirwandar (Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center), beliau menyatakan bahwa Indonesia menempati posisi ke- 9 dari 10 negara dalam Islamic economy, negara sebesar ini belum ada sekalipun stasiun yang menyiarkan acara telivisi mengenai halal lifestyle, sejujurnya ekonomi islam di negara kita belum maju. Halal lifestyle sector di Indonesia adalah : travel, media, pharamaceutical, cosmetics, education, halal & food, finance, fashion, madical & wellness, art & culture. Sedangkan Halal Supply Chain adalah : Farm, Factory, Distributor, Retailer, House/Restaurant.
  • Ina Binandari (Head of Brand Strategy El Zatta Hijab) beliau mengatakan bahwa “Indonesia sebagai pusat fashion muslim dunia, sudah siapkah ? Fakta dunia tentang fashion muslim market, dalam 10 besar negara yang paling baik mengembangkan iklim fashion muslin Indonesia belum ada atau belum termasuk dari 10 besar negara terbaik, Indonesia merupakan pemakai namun tidak menjadi produsen, jika Indonesia ingin menjadi salah satu negara terbaik harus menjadi produsen tidak hanya pemakai saja. Kiprah ELHIJAB DI DUNIA INTERNASIONAL adalah Mempersembahkan koleksi hijab for the world, Paris dan Indonesian weekend , London. Kemajuan Elzatta sukses pamer koleksi hijab di new york yang diselenggarakan di new york dan manchester. Terakhir mudah mudahan bisa membuka mata kita semua di dunia fashion dengan baik dengan halal.”
  • dr. H. Masyhudi AM, M.Kes (Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang), beliau menyampaikan “MUKISSI adalah asosiasi rumah sakit Islam di Indonesia. Grand issue MUKISSI periode 2016-2021 adalah BANGKITKAN RUMAH SAKIT SYARIAH, perjalanan Mukissi hingga mencapai pembuatan buku mengenai rumah sakit syariah, karena diketahui telah ada fatwa mengenai rumah sakit syariah sehingga dapat tersetifikasi halal. Sertifikasi rumah sakit syariah, Mengapa diperlukan? Issue global adalah quality dan safety namun untuk pelayanan Islam belum ada standar rumah sakit Islam di seluruh dunia.

2. Islamic Economic Olympiad, merupakan salah satu rangkaian acara Temu Ilmiah Regional FoSSEI Jawa Tengah 2017 dalam bentuk kompetisi pengetahuan Ekonomi Islam yang meliputi tes tulis, cerdas cermat, dan studi kasus. Kompetisi ini dilaksanakan dalam 2 hari, pada hari Sabtu, 4 Februari 2017 yang merupakan babak penyisihan dan hari Minggu, 5 Februari 2017 yang merupakan babak semi final dan final.

3. Islamic Economic Paper Competition, merupakan kompetisi paper dengan tema “Optimizing Indonesia’s Potency Towards World Halal Lifesytle Center on The Medical Cosmetics and Fashion Sectors” yang diselenggarakan pada hari sabtu, 4 Februari 2017 di ruang Aula Lt.3 FE Unissula.

4. Islamic Economic Video Competition, merupakan pemaparan mengenai Ekonomi Islam secara visual dan dikemas dalam bentuk video, dapat berupa narasi, deskripsi, argumentasi, eksplanasi dan persuasi mengenai keadaan perekonomian di Indonesia maupun dunia.

5. Rapimreg dan Sarasehan FoSSEI Jawa Tengah, maksud dari acara ini adalah untuk mengetahui perkembangan KSEI, komisariat, regional maupun nasional.

6. Gathering, merupakan acara penutupan dari seluruh rangkaian acara tersebut.

Leave a reply